Mitos dan Fakta Seputar Impotensi

Mitos dan Fakta Seputar Impotensi

Dalam kehidupan kita terkadang antara mitos dan fakta bisa menjadi dua hal yang saling menggantikan posisinya. Kadang Anda menganggap pengetahuan yang anda miliki mengenai sesuatu sebagai sebuah fakta yang diyakini kebenarannya padahal sebenarnya hal tersebut tidak lebih daripada sebuah mitos yang sangat tidak terbukti kebenarannya. Begitu pula sebaliknya. Sebelumnya silakan baca artikel kami tentang langkah mudah mencegah impotensi.

Nah, dalam artikel ini tentang impotensi Anda akan mengetahu mana yang mitos dan mana yang fakta. Selamat menyimak!

mitos dan fakta seputar impotensiMitos No.1 – Pria sejati tidak mengalami impotensi

Fakta: Semua pria di atas usia 30 mengalami impotensi , minimal sekali dalam seumur hidup mereka. Diperkirakan bahwa lebih dari 150 juta orang di seluruh dunia mengalami impotensi , bahkan, laporan menunjukkan angka ini bisa mencapai 300 juta atau lebih .
Impotensi ( atau disfungsi ereksi ) didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk memproduksi dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual . Impotensi tidak dianggap meliputi kurangnya libido , ketidakmampuan untuk ejakulasi atau mencapai orgasme , kurangnya kekuatan atau hilangnya ” kedewasaan ” .
Mitos No.2 – Impotensi adalah ” semuanya karena pikiran ”

Fakta: Menurut penulis yang dikutip di atas kurang dari 20 % kasus impotensi penyebab utamanya adalah faktor psikologis . Jadi mayoritas pria dengan impotensi adalah karena kondisi fisik yang melatarbelakanginya seperti diabetes , penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau kanker prostat . Stres , kecemasan dan hilangnya harga diri seringkali merupakan faktor psikologis sekunder yang terjadi jika impotensi tidak bisa diatasi dan kondisi mental seperti ini akan semakin memperburuk kondisi Anda . Secara medis diungkapkan bahwa risiko impotensi meningkat seiring dengan penambahan pada usia . Penyakit pembuluh darah arteri pudenda yang melibatkan internal atau cabang-cabangnya . Ini mungkin merupakan gejala awal dari diabetes mellitus , multiple sclerosis & tabes dorsalis . Penyebab endokrin dapat menyebabkan hilangnya libido .

Mitos No.3 – Impotensi adalah bagian alami proses penuaan
Fakta: Kemungkinan mengalami peningkatan impotensi dengan usia sebenarnya sebagian besar disebabkan oleh peningkatan risiko mengalami kondisi fisik yang mendasari seperti diabetes , tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Jadi jika usia Anda menua namun masih bisa menjaga kondisi kesehatan secara prima, impotensi dapat menjauh dari kehidupan Anda.

Mitos No.4 – Impotensi adalah masalah pria

Fakta: Kedua pasangan dalam suatu hubungan dapat mengalami masalah impotensi . Artinya seorang wanita pun ada yang mengalami masalah impotensi. Atau yang lebih dikenal dengan frigiditas. Seringkali kegagalan untuk mengenali masalah menyebabkan depresi , kecemasan , dan kurangnya harga diri bagi kedua pasangan . Kecenderungan untuk menghindari kontak seksual sering dapat meninggalkan pasangannya merasa tidak dicintai , tidak menarik dan tidak diinginkan .

Mitos No.5 – Merokok tidak menyebabkan impotensi

Fakta: Penelitian medis telah membuktikan bahwa merokok  menyebabkan impotensi karena dapat mengurangi aliran darah ke penis . Nikotin , senyawa kimia yang membuat kecanduan merokok , membatasi banjir darah ke penis dengan memblokir arteri utama . Selain memblokir arteri , nikotin juga merusak mekanisme katup yang menyimpan darah dalam penis .

Sebenarnya masih banyak mitos-mitos seputar impotensi yang bersebrangan dengan fakta yang sesungguhnya. Demikian semoga bermanfaat..

Jika Anda sedang mengalami gangguan ereksi dan memerlukan bantuan, sebaiknya Anda menghindari penggunaan obat kuat yang sifatnya kimiawi karena disamping obat tersebut dapat memacu kerja jantung berkali-kali lipat juga karena obat kimiawi memiliki efek jangka panjang. Kalaupun harus menggunakan obat kuat pilihlah obat kuat yang berbahan dasar herbal tanpa obat kimia. Seperti TONGKAT ALI HERBAL yang telah bersertifikat badan POM sebagai jamu tradisional dan penggunaannya telah mendapat rekomendasi berdasarkan hasil riset ilmiah beberapa lembaga riset. Klik disini untuk melihat keistimewaan Tongkat ALI

 

Artikel terkait lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *